<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-545098791284379913</id><updated>2011-10-05T03:42:04.322+07:00</updated><category term='kumcerku'/><title type='text'>Spirit University</title><subtitle type='html'>Karena hidup terlalu mahal tanpa arti, karena arti selalu hadir dengan memberi, karena memberi berarti mencinta, karena cinta kita ada di bumi dan kita akan kembali</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://spirituniversity.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>syafaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12287488806787429645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S3lqQZPZiZI/AAAAAAAAAAU/3YPwjNR9lDs/S220/DSCF0079.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-545098791284379913.post-4377432576670789186</id><published>2011-01-15T09:40:00.001+07:00</published><updated>2011-01-15T09:48:08.086+07:00</updated><title type='text'>artistiknya sebuah kesunyian</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Entah mengapa, saya merasakan kesunyian itu terkadang sangat artistik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Ada citarasa seni luar biasa indah di dalamnya yang tak kalah indah dari mahakarya seni para maestro seni dunia. Namun artistiknya sebuah kesunyian akan saya dapati bila saya iringi dengan sebuah penghayatan, pelajaran dan mengambil inspirasi daripadanya. Kesunyian hanya akan menjadi hal yang menjemukan bila kita tidak bisa mengambil manfaat daripadanya dan memunculkan perasaan ingin mengusir kesunyian itu dengan cara yang tidak kita ketahui pada saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Saat kecil saya pernah merasakan artistiknya sebuah kesunyian ketika tengah berlayar menyebrangi lautan. Saya melihat lautan terlihat begitu biru seperti langit, sedangkan pulau-pulau yang ada di sekelilingnya seperti awan yang menutupi warna biru di langit. Saya benar-benar mengagumi pemandangan laut saat itu. Bertahun -tahun setelahnya, jika saya melihat langit terlihat biru terang dengan awan-awan yang menutupinya, dalam mata kekanakan saya, saya seperti tengah berada di lautan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Saya &amp;nbsp;pernah merasakan artistiknya sebuah kesunyian pada saat matahari sedang terik-teriknya di musim kemarau di dekat pantai, saya melihat ada sebuah pohon yang kering meranggas sendirian. Indah sekali saya rasakan. Pohon meranggas itupun terlihat sangat artistik dimata saya. Saya pandangi lekat-lekat. Sungguh luar biasa pohon itu, saya tahu pohon itu tidaklah mati, apa yang terjadi pada dirinya saat itu yang terlihat kering laksana pohon mati adalah sebuah bentuk pertahanan hidup agar ia dapat melanjutkan hidupnya jika musim hujan datang menghampiri. Jika sebatang pohon saja dapat mempertahankan hidupnya sedemikian rupa, saya rasa manusia lebih punya kemampuan untuk berbuat hal yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Saya merasakan artistiknya sebuah kesunyian ketika saya pandangi bintang-bintang gemerlapan di langit malam yang kelam. Sungguh luar biasa. Terbayang oleh saya betapa besarnya jagad raya ini. Saya hanya seorang mahluk yang bernama manusia yang hidup di sebuah planet yang bernama bumi. Bumi hanya sebuah planet yang ukurannya tidak ada artinya bila dibandingkan dengan sebuah bintang seperti matahari. Dalam jagad raya ini ada milyaran bintang yang membentuk galaksi sedangkan jumlah galaksi sendiri boleh jadi ada bermilyar-milyar jumlahnya. Benar-benar tidak terbayang betapa luasnya jagad raya. Dan yang lebih tidak terbayang lagi adalah betapa kuasanya Sang Pencipta yang telah menciptakan segalanya. Konon menurut seorang teman yang merupakan salah satu murid terpandai di sekolah, boleh jadi cahaya bintang yang tertangkap oleh mata kita berasal dari bintang purba yang telah menempuh milyaran tahun cahaya hingga sampai di mata kita, bahkan mungkin saja bintangnya sendiri sudah punah. Mendengar hal itu saya hanya bisa takjub, takjub dan takjub.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Saya pernah menyerap energi dari cahaya bintang di langit malam selama dua bulan lamanya dalam kesunyian. Saat itu saya tengah membuat proyek pribadi untuk bisa menyelesaikan dua buah buku dan sebuah novel selama dua bulan itu. Itulah target yang saya buat untuk diri saya sendiri. Melelahkan, namun ternyata saya bisa menyelesaikan target itu, dengan energi dari cahaya bintang yang saya serap hampir setiap malamnya. Buku itu memang tidak pernah diterbitkan oleh penerbit manapun, namun saya tetap terkesan dengan apa yang telah saya lakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Dan anehnya, saya juga merasakan artistiknya sebuah kesunyian ketika saya mengikuti acara pemakaman. Ketika jenazah dalam balutan kafan putih di turunkan dalam liang kubur, terasa sangat artistik. Indah sekali rasanya jika jenazah dalam balutan kain putih itu telah ikhlas dengan semua ketentuanNya, telah berbuat hal yang berguna untuk perjalanan panjangnya, dan telah dinanti kedatangannya oleh bumi yang akan didiaminya. Semoga saja saya bisa demikian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: purple; font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;(English version)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: purple; font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: purple; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;an artistic silence&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: purple; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sometimes, I feel that silence is sometimes very artistic.&amp;nbsp;There taste exquisite art in it that is not less beautiful than the art masterpieces of the maestro of the art world.&amp;nbsp;But an artistic a silence will I find if I am accompanied by an appreciation, learning and taking inspiration from it.&amp;nbsp;The silence is only going to be a dull thing if we can not take advantage of it and bring that feeling of wanting to expel the silence in a way that we do not know at the time.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: purple;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;As a child I ever felt such a silence as the artistic center of sailing across the ocean.&amp;nbsp;I saw the ocean so blue as the sky was looked, while the islands around it like a cloud covering the blue sky.&amp;nbsp;I really admire the sea view at that time.&amp;nbsp;Many years later, when I saw the sky was bright blue with clouds that cover it, in my childish eyes, like I was in the ocean.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: purple;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;I ever felt such an artistic silence when the sun is soo hot in the dry season near the coast, I see there is a dry tree wither alone.&amp;nbsp;I felt very beautiful.&amp;nbsp;Trees wither and even then my eyes look very artistic.&amp;nbsp;I looked at him closely.&amp;nbsp;It is remarkable that tree, I knew the tree was not dead, what happened to him when it looks dry like a dead tree is a form of defense alive so the tree can continue they life when the rains come forward.&amp;nbsp;If a tree can only survive in such a way, I think more people have the ability to do the same thing.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: purple;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;I felt a silence when i look at the stars glittering in the dark night sky.&amp;nbsp;It was great.&amp;nbsp;My imagined how big this universe.&amp;nbsp;I'm just a creature called man who lives on a planet called Earth.&amp;nbsp;Earth is only a planet that size means nothing when compared to a star like the sun.&amp;nbsp;In this universe there are billions of stars that form its own galaxy, while the number of galaxies there may be billions of them.&amp;nbsp;Absolutely no idea how widespread the universe.&amp;nbsp;And more not imagine how much longer is the power of the Creator who has created everything.&amp;nbsp;It is said by a friend who is one of the brightest students in school, may be captured by the star's light our eyes comes from ancient stars which has traveled billions of light years to reach our eyes, even the star himself may have been extinct.Hearing this I can only wonder, awe and amazement.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: purple;"&gt;&lt;br /&gt;I ever absorb energy from starlight in the night sky for two months in silence.&amp;nbsp;At that time I was making a personal project to be able to finish two books and a novel for two months.&amp;nbsp;That's the target that I made for myself.&amp;nbsp;Tiring, but it turned out I could finish that target, with the energy of starlight absorbed that I almost every night.&amp;nbsp;The book was never published by any publisher, but I was still impressed with what I have done.&lt;br /&gt;And strangely, I also felt the artistic a silence when I attended the funeral.&amp;nbsp;When a corpse wrapped in a white shroud in cuts in the grave, was very artistic.&amp;nbsp;If it's a beautiful corpse wrapped in white cloth had been sincere with all of its provisions, have done things that are useful for long trips, and has awaited his arrival by the earth which will the end home.&amp;nbsp;Hopefully I can be that way&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/545098791284379913-4377432576670789186?l=spirituniversity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirituniversity.blogspot.com/feeds/4377432576670789186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/artistiknya-sebuah-kesunyian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/4377432576670789186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/4377432576670789186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/artistiknya-sebuah-kesunyian.html' title='artistiknya sebuah kesunyian'/><author><name>syafaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12287488806787429645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S3lqQZPZiZI/AAAAAAAAAAU/3YPwjNR9lDs/S220/DSCF0079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-545098791284379913.post-2719608752763560742</id><published>2011-01-07T08:32:00.004+07:00</published><updated>2011-01-08T11:03:13.335+07:00</updated><title type='text'>Jika cinta membuatmu terluka</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Maka sesungguhnya engkau tengah meniti kesejatiannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Dan bila engkau bersabar hingga saat yang telah dijanjikan maka engkaulah sang pecinta sejati itu. Sesungguhnya aroma cinta lebih identik dengan aroma keringat yang bercucuran dari pada aroma parfum yang mewangikan tubuhmu. Sesungguhnya jalan cinta lebih identik dengan harimu yang berdarah-darah karena pengorbanan dari pada sebuah nostalgia di taman bunga. Dan sesungguhnya engkau tak akan pernah bisa menjadi seorang filsuf cinta yang sebenarnya jika hidupmu tak pernah mengenal arti sebuah perjuangan yang membuatmu terluka karena cinta. Maka melelehlah air mata kita demi mendengar Rasul kita tercinta telah berdarah-darah oleh penduduk Thaif karena cintanya pada mereka justru berbuah lemparan batu, hingga malaikatpun menawarkan bantuan padanya akankah ia menginginkan gunung di timpakan pada penduduk Thaif tersebut. Namun Rasul tercinta menolaknya. Maka tanyakanlah pada ibumu apakah rasa cintanya kepada kita tidak dilaluinya dengan rasa perih yang bertambah-tambah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;(English Version)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: arial, sans-serif;"&gt;I&lt;/span&gt;f&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;love&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;makes you&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;hurt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;And, behold,&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;thou&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;pursue&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;the middle of&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;his genuineness&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;And&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;if&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;you&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;be patient&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;until the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;moment&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;that&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;has&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;promised&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;then&lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;You are the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;true&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;lovers of&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;it&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;Indeed&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;scent&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;of love&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;is more&lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;synonymous&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;with&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;the smell&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;of sweat&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;pouring&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;from&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;scent of&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;perfume&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;perfume&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;your body&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;Indeed&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;the path of love&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;is more&lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;synonymous&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;with&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;a&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;bloody&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;day&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;because of&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;the sacrifice&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;of&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;nostalgia&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;in the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;flower garden&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;And&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;indeed&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;you&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;could never&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;become&lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;a&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;philosopher&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;who&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;actually&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;love&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;if&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;your life&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;never&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;knowing&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;the meaning&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;of a&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;struggle&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;that&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;makes you&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;hurt&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;because of&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;love&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;And the&lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;tears&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;we&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;melt&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;in order&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;to hear&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;our&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;beloved&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;Prophet&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;has&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;bled&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;by&lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;residents&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;Ta'if&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;because of&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;their&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;love for&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;it&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;to bear fruit&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;stones&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;,until&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;angels are&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;offered to help&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;him&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;would&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;he&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;want a&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;mountain&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;in the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;casts&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;in&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;Ta'if&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;population&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;But the&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;beloved&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;Apostle&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;refused&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;Then&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;ask&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;your mother&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;if&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;her love&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;for&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;us&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;not&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;gone through&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;with&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;the pain&lt;/span&gt;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;is&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;multiplied&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/545098791284379913-2719608752763560742?l=spirituniversity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirituniversity.blogspot.com/feeds/2719608752763560742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/jika-cinta-membuatmu-terluka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/2719608752763560742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/2719608752763560742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/jika-cinta-membuatmu-terluka.html' title='Jika cinta membuatmu terluka'/><author><name>syafaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12287488806787429645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S3lqQZPZiZI/AAAAAAAAAAU/3YPwjNR9lDs/S220/DSCF0079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-545098791284379913.post-7207410857556111279</id><published>2011-01-07T08:12:00.001+07:00</published><updated>2011-01-07T08:31:40.012+07:00</updated><title type='text'>Epos cinta</title><content type='html'>Adalah ketika jalan cintamu bertabur dengan mutiara pengorbananmu.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pesonanya adalah kesungguhan perjuanganmu dalam menumbuh kembangkannya. Mata air kemuliaannya adalah kedalaman ketulusanmu. Kekokohannya adalah komitmenmu untuk terus menumbuhkembangkannya tanpa mengenal lelah dan jemu. Maka menjadilah ia sebuah taman bunga dengan beragam perjuanganmu. Maka menjadilah ia sebuah telaga yang jernihnya sebanding dengan ketulusanmu. Maka menjadilah ia sebuah istana yang kokohnya seiring dengan nafas panjang komitmenmu.&lt;br /&gt;Epos cinta&lt;br /&gt;Bukanlah sebuah roman cinta yang mengharu biru karena gelora hasrat di dalamnya, yang menjadi layu seiring berjalannya waktu. Atau bias cahaya yang kian lama kian redup karena bayang-bayang masalah yang kian menggerogoti kilaunya. Atau ketika rasa jemu mulai mewujud dalam wajahnya yang asli. Atau ketika berjuta alasan telah tersedia untuk mengakhiri langkah perjuangan menumbuhkembangkannya.&lt;br /&gt;Maka menjadi mengertilah kita ketika Imam Ahmad berkata bahwa epos cintanya di dunia akan berakhir jika langkah kakinya telah sampai di syurga. Maka menjadi mengertilah kita ketika Imam Hasan Al Banna melangkah dengan pasti meninggalkan anaknya yang sedang sakit demi sebuah amanah sosial yang menurutnya adalah tanggungjawabnya. Maka menjadi mengertilah kita mengapa Imam Nawawi bisa meninggalkan tempat tidur selama dua tahun lamanya ketika ia tengah bersungguh-sungguh menuntut ilmu, yang menjadikannya ulama besar yang terus berkilau ilmunya hingga detik ini. Maka menjadi mengertilah kita mengapa ibu kita tak pernah lelah menjaga dan mengasihi kita hingga kita dewasa bahkan hingga kita berumah tangga. Maka tanpa kita sadari air mata kita telah meleleh membasahi pipi ketika kita membaca kisah-kisah tersebut atau ketika kita mengenangnya. Hingga benar-benar merasuk dalam jiwa kita. Itu semua karena mereka telah mengukir epos cinta hidup mereka dengan begitu indahnya. Maka izinkanlah aku untuk bersukacita karenanya meskipun aku sosok tak layak untuk mengenangnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/545098791284379913-7207410857556111279?l=spirituniversity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://facebook.com/profile.php?id=100000475931825' title='Epos cinta'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirituniversity.blogspot.com/feeds/7207410857556111279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/epos-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/7207410857556111279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/7207410857556111279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/epos-cinta.html' title='Epos cinta'/><author><name>syafaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12287488806787429645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S3lqQZPZiZI/AAAAAAAAAAU/3YPwjNR9lDs/S220/DSCF0079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-545098791284379913.post-2984290843377722899</id><published>2011-01-06T10:52:00.001+07:00</published><updated>2011-01-06T10:55:22.369+07:00</updated><title type='text'>Mumpung ibu kamu masih ada</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif;"&gt;Mumpung ibu kamu masih ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;coba de, saat beliau tidur...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;saat matanya terpejam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;kamu tatap wajahnya 5 meniiit aja...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;g usah lama2...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;coba rasakan de...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;klo wajah beliau udh g da dsitu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Rasain lewat hati kamu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;yg paling dalam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Lakuin apapun yang bs kamu lakuian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;untuknya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;"SEKARANG"!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;bukan 1jam lagi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;bukan 1hari lagi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;bukan 1bulan lagi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;tapi "SEKARANG"...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;jangan tunggu sampe Beliau uda mo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;ninggalin kehidupan kita...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;penyesalan g dateng duluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;sahabatku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;there's a story about...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;"BETAPA BESAR KASIH MAMA BUAT KITA"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Seorang anak mencari Ibunya dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;mendapatkan ibunya sedang sibuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;menyediakan makan malam di dapur...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Kemudian dia mengulurkan tangannya dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;memberikan sehelai kertas yang sudah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;siapkan sehari sebelumnya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sang Ibu segera membersihkan tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;lalu menerima kertas yang diulurkan oleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;anaknya dan membacanya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;OngKos bantuin IBU:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;1) Bantu pergi ke warung : Rp 20.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;2) Jagain ade : Rp 20.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;3) Buang sampah : Rp 5.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;4) Beresin tempat tidur : Rp 10.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;5) Nyiram bunga : Rp 15.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;6) Nyapu halaman : Rp 15.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Total: Rp 85.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Selesai membaca kertas tersebut...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sang Ibu hanya tersenyum memandang anaknya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Si Anak pun tersenyum penuh kemenangan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Lalu Sang Ibu mengambil pena dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;menulis.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;sesuatu dibelakang kertas yang sama...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;1) OngKos mengandungmu selama 9 bulan-GRATIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;2) OngKos menyusuimu, anakku-GRATIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;3) OngKos berjaga malam karena menjagamu-GRATIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;4) OngKos air mata yang menetes karenamu-GRATIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;5) OngKos khawatir krn memikirkan keadaanmu-GRATIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;6) OngKos menyediakan makan, minum, pakaian dan keperluanmu-GRATIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;7) Keseluruhan Nilai Kasihku-GRATIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Air mata Si Anak berlinang setelah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;membaca...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Si Anak menatap wajah Ibunya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;memeluknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;dengan erat dan berbisik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;sambil terisak di dekat telinga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Ibunya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;"AKU SAYANG SAMA IBU...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;UDAH GA ADA LAGI YANG PERLU DIBAYAR OLEH IBU...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;UDAH LUNAS SEMUANYA...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;BUKAN IBU YANG HUTANG SAMA AKU,&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;TAPI AKU YANG UTANG SAMA IBU..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;kalau kamu SAYANG IBUmu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;kirim msg ini ke semua orang..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;biar kita inget betapa IBU berharga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;banget dlm hidup kita...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma, sans-serif;"&gt;Ini tulisan temen hasil copy paste (udah ijin share qoq), semoga bermanfaat ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/545098791284379913-2984290843377722899?l=spirituniversity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirituniversity.blogspot.com/feeds/2984290843377722899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/mumpung-ibu-kamu-masih-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/2984290843377722899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/2984290843377722899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/mumpung-ibu-kamu-masih-ada.html' title='Mumpung ibu kamu masih ada'/><author><name>syafaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12287488806787429645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S3lqQZPZiZI/AAAAAAAAAAU/3YPwjNR9lDs/S220/DSCF0079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-545098791284379913.post-6122367551456685163</id><published>2011-01-06T10:41:00.001+07:00</published><updated>2011-01-06T10:42:42.867+07:00</updated><title type='text'>Antara engkau, syaithan dan kekerabatan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Adalah engkau karib kerabatnya syaithan ketika engkau menyekutukan Penciptamu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Adalah engkau karib kerabatnya syaithan ketika engkau merasakan engkau sebagai hamba pilihan yang selayaknya dimulyakan oleh selain dirimu. Adalah engkau karib kerabatnya syaithan ketika engkau meremehkan amalan dan keshalihan seseorang lalu engkau berkaca bahwa amalmu lebih baik daripadanya dan engkau lebih shalih daripadanya. Adalah ketika engkau merasa engkau sudah tidak lagi takut neraka dan engkau tidak menginginkan syurga karena engkau tulus cinta padaNya sedangkan Rasul mu pun berdoa “Jauhkanlah aku dari siksa api neraka dan masukkanlah aku ke dalam syurga”. Adalah engkau karib kerabatnya syaithan ketika engkau selalu curiga dengan kedzaliman orang lain dan engkau tidak sedikitpun curiga pada kedzaliman dirimu. Adapun engkau akan menjadi musuh syaithan ketika engkau memurnikan tauhidmu, memurnikan ketaatanmu dan engkau senantiasa mawas diri akan ketergelinciran dirimu dan senantiasa mengharap Rahmat dan Kasih sayangNya dalam suka dan dukamu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/545098791284379913-6122367551456685163?l=spirituniversity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://facebook.com/profile.php?id=100000475931825' title='Antara engkau, syaithan dan kekerabatan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirituniversity.blogspot.com/feeds/6122367551456685163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/antara-engkau-syaithan-dan-kekerabatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/6122367551456685163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/6122367551456685163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/antara-engkau-syaithan-dan-kekerabatan.html' title='Antara engkau, syaithan dan kekerabatan'/><author><name>syafaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12287488806787429645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S3lqQZPZiZI/AAAAAAAAAAU/3YPwjNR9lDs/S220/DSCF0079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-545098791284379913.post-2712441183769571471</id><published>2011-01-05T13:53:00.004+07:00</published><updated>2011-01-05T15:30:06.160+07:00</updated><title type='text'>Mengartikan Bahagia</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Adakalanya, dalam kehidupan ini, kebahagiaan yang dialami manusia mengalami pasang surut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hari kemarin, mungkin kita sedang berada dalam puncak kebahagiaan. Apapun yang mendasarinya. Entah memperoleh rejeki yang melimpah ruah. Karena mendapatkan keturunan yang telah lama diidamkan. Naik jabatan atau karena kabar gembira yang kita peroleh dari orang-orang yang kita cinta. Apapun sebabnya, kita boleh mengatakan : kemarin kita merasakan kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lantas timbul perasaan, jika kemarin kita berbahagia, kemudian hari ini-entah karena satu dan lain hal, kita mengalami keterpurukan. Tertimpa aneka musibah yang menyesakkan jiwa. Atau datangnya ujian yang bertubi-tubi di luar dugaan kita. Masih dapatkah kita berkata kita orang yang berbahagia? Seperti yang kemarin kita rasakan? Dan setelah mengambil kesimpulan atas kejadian hari kemarin dan hari ini, masih dapatkah kita disebut sebagai orang yang bahagia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Atau, jika keadaannya dibuat berbeda. Begitu pula pertanyaan yang kita ajukan pada diri kita sendiri kita buat berbeda dari sebelumnya. Apakah kita akan menjawabnya dengan jawaban yang serupa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Misalkan, hari kemarin adalah hari dimana kita menghadapi aneka persoalan hidup. Aneka kebutuhan hidup keluarga yang harus terpenuhi saat itu juga. Biaya sekolah anak yang sudah jatuh tempo sedangkan disaku kita tak ada sepeserpun uang. Atau ada salah seorang anggota keluarga kita yang sakit parah tanpa tahu dimana mencari dana untuk pengobatannya. Atau bahkan sampai meninggal dunia karena tak mampu mengobatinya. Akankah kita akan mengatakan bahwa kita adalah orang yang tidak bahagia? Bahwa kita adalah orang yang &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hidupnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lantas, jika hari ini, keadaan berbalik seratus delapan puluh derajat. Bagaimana jika hari ini kita mendapatkan rejeki yang melimpah ruah. Atau mendapatkan keturunan. Atau naik jabatan. Akankah kita mengatakan bahwa kita adalah orang yang berbahagia? Jika ya, wajarkah hal itu? Begitu mudahkah kita mengatakan bahwa kita adalah orang yang berbahagia? Dikarenakan sebab-sebab itu? Padahal kemarin kita merasa sebagai orang yang paling &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; di dunia. Sebatas itukah pemaknaan kita terhadap kebahagiaan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dari sini, semestinya kita bangun dahulu pemahaman kita. Bahwa sudah menjadi ketentuan Allah yang tidak dapat kita ganggu gugat, yang berlaku pada alam ini (sunatullah). Dinamika kebahagiaan manusia dalam konteks kejiwaan, pasti mengalami pasang surut. &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dinamika disana. Siapapun orangnya. Apapun statusnya. Dan bagaimanapun perilaku perbuatannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Orang bodoh mengalami dinamika kebahagiaan dalam konteks kejiwaan sama seperti yang dialami orang pintar. Anak kecil mengalami dinamika kejiwaan seperti yang dialami orang dewasa. Orang miskin mengalami dinamika kejiwaan yang sama seperti yang dirasakan orang kaya. Begitu pula yang terjadi pada seorang penjahat, ia pun mengalami dinamika kejiwaan seperti yang di alami orang shalih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lantas, bagaimana seharusnya kita mengartikan kebahagiaan itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebagai seorang muslim, cara kita dalam mengartikan kebahagiaan haruslah berpondasi pada sisi fungsi. Apakah fungsi kebahagiaan itu bagi kita sebagai seorang muslim?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Maka, jawabannya adalah sebagai penguat. Bahwa kebahagiaan itu harus kita jadikan sebagai penguat dari tujuan final dari kehidupan kita. Yaitu menggapai keridhoan dan Rahmat dari sisiNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jadikanlah kebahagiaan kita dalam konteks kejiwaan sebagai penguat (sebagai energi besar) yang akan mensupport kita menjalankan misi kehidupan ini. Bahwa kita adalah seorang hamba, kita dicipta untuk mengemban misi khusus yang harus dijalani. Misi sebagai seorang abidin. Dan bahwa kita adalah seorang khalifah, yang mempunyai misi memakmurkan bumi atas landasan ridhoNya. Yang intinya adalah mencari bekal untuk perjalanan abadi nanti. Dan akan sadarlah kita, ternyata misi yang kita emban terasa lebih ringan bila jiwa kita bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kemudian jika muncul pertanyaan lain. Bagaimana jika dinamika kejiwaan yang kita alami adalah kenyataan pahit tak berkesudahan, musibah yang tak pernah henti misalnya. Maka bagaimana pula cara kita memaknai kebahagiaan itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Maka jawabnya pun sama. Seorang muslim harus menjawabnya dengan jawaban yang sama. Bahwa setiap muslim harus memaknainya dengan berpondasi pada fungsi. Bahwa segala kepahitan hidup yang Allah berikan pada kita pasti ada fungsinya bagi kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam konteks keislaman dan keimanan kita. Aneka kepahitan hidup yang kita alami adalah “Harga” yang harus dibayar oleh kita untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi di akhirat nanti, berupa jannah Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Allah sudah mengingatkan kita akan hal itu di dalam Alqur’an. Allah bertanya kepada kita “Apakah kita dibiarkan mengaku beriman begitu saja padahal kita belum di uji olehNya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam konteks yang lain disebutkan “Sesungguhnya dalam kesulitan ada kemudahan”. Bahkan di dalam islam adanya penyakit yang diberikan Allah kepada hambanya adalah sebagai penggugur dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Tak jauh berbeda konteksnya dengan segala musibah yang Allah berikan kepada hambanya. Ia juga berfungsi sebagai penggugur dosa bagi sang hamba. Maka salah satu kebodohan yang sering meliputi manusia adalah sikap berkeluh kesah terhadap segala ketentuanNya. Suatu ketergelinciran yang sering menutupi mata hati manusia adalah menggugat TakdirNya. Dan yang tak kalah berbahaya adalah meratapi ketetapanNya yang memang harus terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bertolak dari prinsip itu maka tak heran jika Rasulullah sendiri memuji semua perkara yang terjadi pada orang mukmin. Setiap perkara yang terjadi pada orang mukmin adalah baik baginya. Apabila ia diberi kebaikan maka ia bersyukur dan itu baik baginya. Sebaliknya, jika ia ditimpa ujian ia bersabar, dan itu baik baginya. Kebaikan yang dimaksud ini merupakan sinyalmen adanya ganjaran pahala dan datangnya keridhoan Allah. Adakah yang melebihi kebaikan dari datangnya keridhoan Allah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebagai seorang muslim dan mukmin, kita harus memahami bahwa kebahagian dalam jiwa adalah energi besar bagi jiwa untuk berbuat ketaatan kepadaNya. Untuk beribadah kepadaNya. Maka seorang mukmin harus pandai mengelola situasi dalam jiwanya. Seorang mukmin harus pandai menyelimuti jiwanya dengan selimut kebahagiaan. Dari berbagai sumber ibadah yang disyari’atkan maupun dengan berbagai sarana relaksasi jiwa yang diperbolehkan syari’at. Berbagai ibadah yang disyari’atkan misalnya shalat. Rasulullah dan para sahabat dahulu menjadikan ibadah shalat sebagai wasilah untuk menghibur jiwa. Jika jiwa terasa penat maka shalatlah dermaga persinggahannya. Sedangkan berbagai sarana relaksasi jiwa yang diperbolehkan syari’at misalnya adalah bersenda gurau. Selama mengetahui adabnya dan tidak melampaui batas ia diperbolehkan syari’at. Dan jika kita cermati kehidupan di sekitar kita pada dasarnya setiap insan menyukai senda gurau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Begitu pentingnya menyelimuti jiwa kita dengan selimut kebahagiaan. Sampai-sampai seorang ulama’ mengatakan “Diantara kenikmatan yang terbesar adalah kebahagiaan”. Karena jiwa yang kering akan menyebabkan pemiliknya kehilangan gairah untuk beribadah padaNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Maka dari itu, memahami makna kebahagiaan dalam konteks yang bijaksana adalah seni yang harus dimiliki oleh setiap mukmin. Karena tanpanya, seorang mukmin akan gagal dalam mengemban misi kehidupannya di dunia yang fana ini. Karena ia akan kehabisan energi sebelum sampai ditujuan finalnya. Karena ia menjalani kehidupan ini dalam kegersangan jiwa yang sama sekali tidak diajarkan oleh islam. Karena manusia tidak akan mampu bertahan lama dalam mengemban misi kehidupan dalam kegersangan jiwa. Dan karena manusia adalah mahluk yang penuh dengan keterbatasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Untuk lebih memperjelas uraian di atas marilah kita simak sebuah kisah heroik dari seorang shahabiyah bernama Khansa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Khansa adalah seorang shahabiyah yang masuk islam di masa Rasulullah. Ia hidup hingga di masa kekhalifahan Usman bin Affan ra. Empat anak laki-lakinya gugur di &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; perang Qodisiah, di masa khalifah Umar bin Khattab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebelum keislamannya, ia adalah seorang wanita yang sangat vokal dalam memusuhi islam. Ia pernah membuat syair yang berisi ratapan panjang atas dua orang saudara laki-lakinya yang mati oleh pasukan muslimin, yakni Mu’awiyah dan Shaker di jaman jahiliyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tapi kemudian, keislaman mengajarkan kepadanya akan cara memaknai kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ketika keempat anaknya mati sebagai syuhada, boleh jadi ia bersedih hati. Tapi hal itu tidak membuatanya terpuruk. Dan tahukah kita apa yang diucapkan olehnya ketika orang-orang yang berbela sungkawa datang bertakziyah padanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Subhanallah…ternyata yang terucap dari bibirnya adalah pujian pada Allah SWT. Ia berucap “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kemulyaan padaku dengan kematian putra-putraku sebagai syuhada. Dan do’akanlah aku agar aku dikumpulkan bersama mereka di tempat yang penuh dengan rahmatNya”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Adakah kiranya wanita seperti Khansa di jaman ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jadi jelaslah sudah bahwa shahabiyah yang bernama Khansa memahami benar makna kebahagian yang sebenarnya. Bahwa dengan kematian keempat putranya sebagai syuhada, ia meyakini bahwa hal itu adalah karunia besar dari Allah. Hal itu sebagai jalan kemulyaan baginya yang dikaruniakan Allah. Dan ia berharap kelak akan dikumpulkan bersama keempat anaknya yang gugur sebagai syuhada dalam jannahNya yang penuh dengan kenikmatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bayangkan jika hal itu terjdi pada wanita lainnya? Terlebih lagi wanita di jaman ini, terutama wanita yang tipis keimanannya bahkan tidak beriman sama sekali? Ujian paling berat bagi seorang wanita, seorang ibu, adalah ketika ia harus kehilangan putra-putri nya. Maka besar sekali kemungkinannya wanita itu akan merespon peristiwa itu dalam konteks kejiwaannya. Bahwa hal itu adalah sebab baginya untuk berduka. Saat itu adalah saat baginya untuk bersedih…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/545098791284379913-2712441183769571471?l=spirituniversity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirituniversity.blogspot.com/feeds/2712441183769571471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/mengartikan-bahagia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/2712441183769571471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/2712441183769571471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/mengartikan-bahagia.html' title='Mengartikan Bahagia'/><author><name>syafaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12287488806787429645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S3lqQZPZiZI/AAAAAAAAAAU/3YPwjNR9lDs/S220/DSCF0079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-545098791284379913.post-661032566889289983</id><published>2011-01-05T09:51:00.003+07:00</published><updated>2011-01-05T10:23:55.427+07:00</updated><title type='text'>Ketika Allah SWT sudah Bukan Tujuan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ketika itulah engkau akan mendapat kerugian yang sebenar-benar kerugian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Engkau akan sibuk dengan sesibuk-sibuk urusan namun itu takkan sedikitpun bernilai. Engkau akan sedih dengan sesedih-sedih perasaan namun itu takkan sedikitpun bernilai. Engkau akan letih dengan seletih-letih badan, namun itu takkan sedikitpun bernilai. Engkau akan hancur dengan sehancur-hancurnya kehidupan, namun itu takkan sedikitpun bernilai. Maka ketika itu hidupmu atau matimu takkan sedikitpun akan bernilai. &amp;nbsp;Maka menjadilah engkau budak dunia dengan urusan yang tiada ada hentinya, namun itu sia-sia. Maka menjadilah engkau manusia yang paling berduka di dunia, namun itu sia-sia. Maka menjadilah engkau orang yang paling lelah di dunia, namun itu sia-sia. Maka menjadilah engkau manusia yang paling hancur hidupnya di dunia, namun itu sia-sia. Karena sesungguh-sungguh sebuah nilai dari diri dan hidupmu adalah ketika Allah SWT engkau jadikan sebagai tujuan. Ketika engkau sibuk dengan berbagai urusan, engkau tetapkan karena Allah engkau melakukan. Ketika engkau bersedih, sedihmu adalah karena engkau berduka karena dirimu dan orang-orang disekitarmu tiak jua taat padaNya dan kerap bermaksiat padaNya. Ketika engkau letih, engkau letih karena membela agamaNya. Ketika engkau hancur, engkau hancur di jalanNya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/545098791284379913-661032566889289983?l=spirituniversity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://facebook.com/profile.php?id=100000475931825' title='Ketika Allah SWT sudah Bukan Tujuan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirituniversity.blogspot.com/feeds/661032566889289983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/ketika-allah-swt-sudah-bukan-tujuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/661032566889289983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/661032566889289983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2011/01/ketika-allah-swt-sudah-bukan-tujuan.html' title='Ketika Allah SWT sudah Bukan Tujuan'/><author><name>syafaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12287488806787429645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S3lqQZPZiZI/AAAAAAAAAAU/3YPwjNR9lDs/S220/DSCF0079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-545098791284379913.post-2459403930819735982</id><published>2011-01-01T13:05:00.001+07:00</published><updated>2011-01-02T17:47:28.336+07:00</updated><title type='text'>Kebenaran Relatif dalam Naungan Syar’i</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adalah pilihan kebaikan yang paling mungkin engkau lakukan, dan engkau berharap jalan syurgamu ada padanya yang berlandas pada dalil-dalil syar’i.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Adalah kebenaran ketika jangkauan pengetahuanmu membawa ketenangan jiwamu dan engkau mengetahui para ahlinya dari generasi terdahulu dan sesudahnya yang nyata ketakwaannya, keshahihan ilmu agamanya lagi keshalihannya. Maka tidak batal amalmu atasnya sekalipun ada orang alim lagi shalih yang tidak setuju dengannya. Adalah kebenaran atas jalan keutamaan yang dicintai para ahli kebaikan sekalipun ia berbeda-beda. Maka tak ada guna engkau mencela saudaramu yang selalu sembab matanya karena seakan-akan api neraka ada di depan matanya dan engkau melihatnya seakan-akan ia hendak menghabiskan usia dalam mihrabnya &amp;nbsp;sedang ia telah tunaikan kewajiban dunianya. Maka tak ada guna engkau mencela saudaramu yang sibuk memakmurkan bumi dengan segala progressifitas dan aktualisasi yang ditempuhnya untuk misi kebaikan sedangkan iapun dekat dengan Penciptanya. Karena sesungguhnya para pendahulu kita sebagiannya banyak yang buta matanya karena selalu menangisi dosa-dosanya dan ia banyak bertaqarrub pada Tuhannya dan ia membenci dunia dengan sejauh-jauh kebencian sekalipun ia tidak melupakan kewajiban dunianya. Karena sesungguhnya para pendahulu kita sebagiannya adalah para arsitek kemakmuran dunia namun ia tetap dekat dengan Penciptanya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/545098791284379913-2459403930819735982?l=spirituniversity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/profile.php?id=100000475931825' title='Kebenaran Relatif dalam Naungan Syar’i'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirituniversity.blogspot.com/feeds/2459403930819735982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2010/12/kebenaran-relatif-dalam-naungan-syari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/2459403930819735982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/2459403930819735982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2010/12/kebenaran-relatif-dalam-naungan-syari.html' title='Kebenaran Relatif dalam Naungan Syar’i'/><author><name>syafaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12287488806787429645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S3lqQZPZiZI/AAAAAAAAAAU/3YPwjNR9lDs/S220/DSCF0079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-545098791284379913.post-7271838059475599882</id><published>2010-02-26T22:50:00.000+07:00</published><updated>2010-02-26T22:50:49.706+07:00</updated><title type='text'>narsis dikit bareng temen</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S4ftudb_RhI/AAAAAAAAABg/ApYZ1BmaWjE/s1600-h/DSCF0074.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S4ftudb_RhI/AAAAAAAAABg/ApYZ1BmaWjE/s320/DSCF0074.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/545098791284379913-7271838059475599882?l=spirituniversity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirituniversity.blogspot.com/feeds/7271838059475599882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2010/02/narsis-dikit-bareng-temen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/7271838059475599882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/7271838059475599882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2010/02/narsis-dikit-bareng-temen.html' title='narsis dikit bareng temen'/><author><name>syafaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12287488806787429645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S3lqQZPZiZI/AAAAAAAAAAU/3YPwjNR9lDs/S220/DSCF0079.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S4ftudb_RhI/AAAAAAAAABg/ApYZ1BmaWjE/s72-c/DSCF0074.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-545098791284379913.post-5551212750876073484</id><published>2010-02-15T22:47:00.001+07:00</published><updated>2011-01-02T17:51:28.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kumcerku'/><title type='text'>titip duka pada cakrawala</title><content type='html'>Kepada ibu&lt;br /&gt;Ketika belaian tanganmu hanya sampai dianganku&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika ungkap sayang dan cintamu telah beku sebelum sampai di telingaku&lt;br /&gt;Ketika tanganmu harus menjadi penaung kehidupan anak-anakmu&lt;br /&gt;Ketika tangismu tak lagi bisa tumpah dalam dekap kekar pelindungmu&lt;br /&gt;Ketika tangismu hanya tumpah dalam malam sepimu yang kerap kudengar dengan telinga kecilku&lt;br /&gt;Ketika hari-harimu telah menjadi keringat yang tak sudah &lt;br /&gt;Dan ketika lelah menjadi akhir hidupmu&lt;br /&gt;Ketika itu album duka telah aku bingkai&lt;br /&gt;Dingin masih menusuk hingga ke rusuk ketika tangan ibu mengguncang-guncang tubuhku. Kelopak mataku masih ingin terus beradu dan tak ingin dipisah satu sama lainya. Namun ibu tak menghiraukan. Karena aku harus membantunya agar kue-kue itu selesai dibuat sebelum aku dan kakak-kakakku berangkat ke sekolah. Saat itu suara azan subuh belum lagi berkumandang.&lt;br /&gt;‘Ayolah nak, apa engkau tidak kasihan pada ibu?” melas ibu sambil terus mengguncang tubuhku.&lt;br /&gt;Dengan tubuh yang masih layu akhirnya kubantu ibu membungkus kue-kue itu. Ada agar-agar maezena yang dibentuk persegi lalu dibungkus kulit pisang. Adakue nagasari yang dibungkus dengan bentuk yang sama. Dan beberapa macam kue lainnya yang juga perlu dibungkus. Sedangkan ibu sibuk dengan aktifitas menggoreng, kedua orang kakakku ditugasi memotong kubis dan membuat adonan gorengan.&lt;br /&gt;Karena masih digelanguti kantuk yang hebat beberapa kali kepala manggut-manggut kehilangan kendali. Menyaksikan aku seperti itu, ibu menegur “Ayolah wan, bersungguh-sunguhlah kamu” nada Sumateranya membuatku terkejut, lalu berupaya sekuat mungkin melawan kantuk yang tak jua mau hilang.&lt;br /&gt;Ketika azan shubuh bekumandang, ibu menghentikan aktifitasnya. Kamipun dimintanya untuk mengambil air wudhu dan menunaikan shalat shubuh. Tapi itu bukan berarti tugas kami selesai, kami masih harus melanjukan semuanya sampai kue-kue itu siap dijual. Dan parahnya lagi, masing-masing kami diberi tugas memasarkan kue-kue itu di sekolah. Sebagiannya ibu pasarkan kepada masyarakat sekitar. Begitulah aktifitas kami disetiap pagi buta. Aku yang dikala itu masih berusia tujuh tahun sudah merasakan beratnya masa kecil dijalani. Kadang iri juga melihat anak-anak tetangga yang kerjanya hanya bermain dan jajan. Itupun mereka masih sering merengek ini itu kepada orang tuanya.Sedangkan aku dan kakak-kakakku? Jangankan meminta ini itu, untuk bermainpun kami harus mencuri waktu disaat ibu tak ada di rumah. Karena jika ia sedang di rumah, maka banyak hal yang ia bebankan kepada kami.&lt;br /&gt;Pernah kakak perempuanku yang paling tua luput untuk menitipkan kuenya di kantin sekolah karena terlambat masuk sekolah. Akhrnya kue-kue itu menyertainya belajar di dalam kelas hingga jam pelajaran selesai. Walhasil kue-kue itu masih tertata manis di dalam tupper ware,pucat pasi wajah kakakku ketika itu. Darah ditubuhnya seakan menghilang membuatnya berjalan gontai. Ia tahu pasti resiko apa yang akan diterimanya dari ibu. Amarah dari ibu mungkin tak begitu membekas dihatinya, namun jika tangis ibu pecah dan keluh kesahnya tentang kepahitan hidup akhirnya keluar. Itu yang membuatnya tak tahan. Ia tahu benar betapa pahitnya kehidupan ibu sejak berpisah dengan ayah. Karena ia yang paling tua, tentu ia yang paling merasakan sulitnya hidup bersama orang tua tunggal dengan empat orang anak yang masih kecil-kecil.&lt;br /&gt;Ketika sampai di rumah apa yang diduga kakakku tak meleset.&lt;br /&gt;“Apa ini Ina. Bagaimana mungkin kue-kue ini masih utuh setelah seharian dijajakan di sekolah!”&lt;br /&gt;“Maafkan Ina ibu, aku tadi terlambat datang ke sekolah karena angkot yang aku naiki pecah ban di tengah jalan, jadi tak sempatlah kue-kue itu aku titipkan”.&lt;br /&gt;“Pandai kali kau buat alasan, senang apa kau kalau lihat ibumu ini susah. Puas apa kau lihat ibumu ini hutang kesana kemari untuk memenuhi kebutuhan makanmu dan adik adikmu”.&lt;br /&gt;Tangis ibupun pecah ditengah kebisuan kami. Pilu rasanya hatiku melihat kejadian itu. Apalah dayaku yang belum lagi genap tujuh tahun. Ingin rasanya aku cepat besar dan mengakhiri semua kepiluan ini. Ya Tuhan, mengapa catatan hari-hariku hanya berisi duka dan air mata. Apakah aku tak layak untuk bahagia seperti anak-anak lainnya.&lt;br /&gt;Kepada ayah&lt;br /&gt;Ketika tangan kekarmu selalu engkau sembunyikan &lt;br /&gt;Ketika engkau tak lagi berperan sebagai malaikat pelindung&lt;br /&gt;Ketika engkau larut dalam duniamu&lt;br /&gt;Ketika engkau menghilang dibalik jejak&lt;br /&gt;Ketika aku tak lagi tahu damainya dalam dekapmu&lt;br /&gt;Ketika itu aku mulai hidup dalam juang&lt;br /&gt;Kejadian itu sudah setahun berlalu, namun aku masih mengingatnya dengan baik. Kulihat ayah dan ibu terlibat pertengkaran hebat. Ayah memang lebih banyak diam dan mengalah saat ibu marah dan memaki ayah. Belum lagi piring dan gelas yang berterbangan dan hancur dilantai oleh lemparan ibu. Namun ayah tetap tak bergeming, ia diam saja. Kegaduhan itu timbul oleh ulah ibu. Suara gaduh itu tentu sampai di telinga kami yang memang belum tidur saat itu. Ibu meraung-raung menumpahkan segala kekesalannya pada ayah.&lt;br /&gt;“Dasar laki-laki tak berguna! engkau biarkan anak istrimu berjuang mati-matian untuk bisa bertahan hidup sedang engkau tidak pernah jelas juntrungannya. Engkau enak saja datang dan pergi sesuka hatimu. Tidak bawa uang pula! Apa guna engkau???” umpat ibu sambil tak henti-hentinya menangis. Kian lama tangis ibu kian pilu didengar. Kedua kakakku menangis pula karenanya. Sedang aku, meskipun hatiku terasa pilu dan ada duka yang tergurat dalam namun aku tak bisa menangis. Satu-satunya yang tidak merasakan kedukaan malam itu hanya adikku, ia baru berusia satu tahun dan sudah terlelap sedari tadi. Puncak dari tragedi malam itu adalah ketika ibu melempar piring ke muka ayah dan membuat wajah ayah berdarah-darah. Ayah nampaknya sudah tidak dapat lagi mengendalikan emosinya. Ia bangkit dari duduknya dan berlalu dengan sebuah pesan&lt;br /&gt;“Oke…oke aku memang lelaki tak berguna. Karena itu … saksikanlah… malam ini adalah malam terakhir aku menginjakkan kaki di rumah ini. Dan aku berharap tak lagi bertemu dirimu setelah ini!”&lt;br /&gt;Lalu ayahpun melangkah pergi setelah membanting pintu sekeras-kerasnya. Tubuhnya seakan menghilang di balik malam.&lt;br /&gt;Setelah ayah pergi meninggalkan kami, hari-hari ibu adalah kerja keras membanting tulang demi menghidupi keempat orang anaknya. Apa saja ibu lakukan, yang terpenting adalah bagaimana anak-anaknya bisa makan. Pagi buta ibu telah pergi dari rumah dan baru pulang ketika maghrib menjelang. Seperti itu tiap harinya. Begitu juga dengan kami anak-anaknya. Di sekolah kami bukan seperti lazimnya murid lainnya. Pergi dengan hanya membawa tas. Lalu belajar sepenuhnya.&lt;br /&gt;Sedangkan aku dan kedua kakakku harus pergi ke sekolah dengan tangan menjinjing setumpuk kue, sedangkan buku dan pensil hanya dimasukkan dalam kantong plastik karena tak jua dibelikan tas oleh ibu. Bagaimana mungkin bisa membeli tas, sedangkan untuk makan sehari-hari tak jarang ibu harus menghutang kesana kemari. Hutang ibu sudah bertumpuk, banyak orang datang ke rumah ini untuk menagih hutang. Kerap ibu membuat alasan karena tak mampu membayar hutang. Akhirnya umpatan dan rasa marahlah yang mereka tinggalkan.&lt;br /&gt;Mungkin karena tekanan hidup yang kian berat, akhir-akhir ini sering kulihat ibu menangis di kamarnya. Dimata kami ibu memang bukan wanita yang lembut, jangankan untuk membelai kepala kami atau memanggil kami dengan panggilan sayang. Untuk absen dari marah saja sepertinya tidak bisa. Tak jarang kami merasa ketiadaannya di rumah justru membuat kami senang karena rumah lebih tenang dan kamipun bisa bermain karenanya. Namun kami menyimpan iba yang mendalam akan kesulitan ibu. Kami bisa merasakan betapa pahitnya hidup yang dialami ibu. Itulah sebabnya kami ridho dan sudah terbiasa dengan luapan marah dan kekesalan ibu.&lt;br /&gt;Malangnya nasib ibu seakan tak berhenti sampai disitu. Suatu sore saat hendak kembali ke rumah, entah mengapa ibu memilih naik angkot. Padahal biasanya ibu jalan kaki. Saat tengah melaju dengan kecepatan tinggi sang sopir angkot tidak melihat jika ada lubang di jalan sedangkan dari arah yang berlawanan melintas truk dengan kecepatan tinggi pula. Angkot yang ditumpangi ibu kehilangan kendali dan oleng. Ibu panik luar biasa, mungkin karena ia berpikir tentang keempat orang anaknya yang masih kecil. Paniknya ibu dipicu adanya truk di depan yang seakan-akan sudah di depan mata. Entah dapat ilham dari mana ibu kemudian melompat dari angkot yang saat itu masih melaju kencang dan dalam keadaan oleng pula. Tubuh ibu jatuh berguling-guling menghantam badan jalan. Tubuh ibu berdarah-darah dan kepalanya gegar otak. Ibu dilarikan kerumah sakit Elisabeth dan mengalami koma selama dua hari. Tengah malam ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir, namun sebelum meninggal ibu sempat sadar dan berpesan kepada bibiku agar anak-anaknya jangan dipisahkan. Ibu seakan tidak ikhlas pergi meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil. Saat itu perasaanku tidak karuan, ada duka yang teramat dalam namun ada pula kegembiraan yang terselip di jiwa kecilku kala itu, karena jika ibu tiada berarti aku bisa main sepuasnya.&lt;br /&gt;Kepada ayah dan ibu&lt;br /&gt;Ketika semua bayang itu sudah purna&lt;br /&gt;Ketika aku sudah menjadi manusia dewasa&lt;br /&gt;Ketika semua telah aku baca bait-baitnya&lt;br /&gt;Ketika aku ingin mematri namumu ibu ; namamu ayah&lt;br /&gt;Maka izinkan aku memetik ibroh dari semua itu&lt;br /&gt;Air mataku tak terasa menetes saat kulihat Zaky terlihat begitu asyik berlari-lari kecil di taman dengan mendorong sepeda roda tiga yang baru siang tadi aku belikan. Karena asyiknya ia tak melihat ada gundukan tanah yang membuatnya terjatuh. Mulanya ia hendak menangis, namun karena melihat aku tersenyum ia ikut tersenyum pula.&lt;br /&gt;Segala musim boleh bergulir di dunia ini&lt;br /&gt;Namun takdir kehidupan harus diperjuangkan&lt;br /&gt;Biarlah segala kepahitan masa lalu terpendam dalam cakrawala&lt;br /&gt;Namun aku bisa tetap memberi senyum pada kehidupan yang baru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/545098791284379913-5551212750876073484?l=spirituniversity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirituniversity.blogspot.com/feeds/5551212750876073484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2010/02/titip-duka-pada-cakrawala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/5551212750876073484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/545098791284379913/posts/default/5551212750876073484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirituniversity.blogspot.com/2010/02/titip-duka-pada-cakrawala.html' title='titip duka pada cakrawala'/><author><name>syafaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12287488806787429645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Iy9CvnTTy4k/S3lqQZPZiZI/AAAAAAAAAAU/3YPwjNR9lDs/S220/DSCF0079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
